cerita-lucu.png



Suatu Ketika Saat aku nonton acara kegemarankuyaitu “UPIN DAN IPIN”, tiba-tiba saja petir menyambar dengan dahsyatnya saking dahsyatnya hingga membuat nenekku yang lagi aayik ngedance PPAP (Pen Peniaple Apple Pen) Terpental dan jatuh dengan posisi kepala di bawah dan kedua kakinya di atas. Selain itu sambaran petir juga merusak gardu listrik di komplekku, jadi satu komplek harus tenggelam dalam gelap.Dalam suasana yang super mencengangkan itu, aku coba meraih HP yang tadi aku letakkan di atas meja. Dengan sedikit meraba-raba, aku coba meraih HP ku, dan aku pun dapat meraih sebuah benda, tetapi terasa agak aneh, seperti tali yang hidup, ssssst…. ssssst… sssst… kirakira begitulah suaranya. Seketika aku pun ingat dengan pelajaran biologi disekolah, kalau besok ada PR dari pak guru yang paling ganas, dan liar seperti ular black mamba (salah satu jenis ular paling mematikan):D. Jadi aku pun bergegas untuk mencari hp ku agar bisa membuat tugas tersebut. Dan karena aku rasa tak penting, benda yang dari tadi kupegang itu kulempar ke belakang, dan tepat mendarat di atas kepala nenekku yang baru saja bangun dari mimpi indahnya, “Aaaaaaaa…” nenekku menjerit dan tanpa pikir panjang dia melanjutkan mimpinya tadi, yang entah mimpi tentang apa.Kembali aku lanjutkan pencarianku tadi dan tanpasengaja aku menyenggol benda tersebut dan jatuh ke kolong meja, aku pun mulai jengkel akan hal itu dan merasa agak sedikit marah, karena hal itu aku pun mengambil sebuah senter yang aku simpan di saku celana, tek.. tek.. kok “loh, kok gak hidup sih” pikirku dan aku baru ingat kalau senter itu sudah rusak karena aku pakai untuk ngelempar kucing nakal yang hobinya mencuri ikan asing maknyus buatan ibuku.


Dan lagi-lagi aku harus mencari dalam kegelapan, tanganku pun kumasukkan ke dalam kolong meja yang penuh debu dan kecoak, mungkin juga bangkai pesawat air asia atau pun sisa-sisa perang dunia 2 hehehe. Kini tanganku meraih sebuah benda yang rasanya tak asing bagiku, karena kukira itu hp ku jadi langsung kusergap saja, dan cctttakk…, sejenak aku berfikir (karena otakku lemot) aku pun tersadar kalau kemarin bapakku menaruh jebakan tikus di tempat tersebut, jadi aku pun menjerit luar dari biasanya, kukira aku sudah tak bertangan lagi, dengan cepat aku menarik tanganku dan ternyata masih utuh hh.. hhh.. hhhhhh… hhhhhh di sanalah aku tertawa sendiri kayak bocah idiot, oh iya jebakan tikus itu berbunyi karana pas ada tikus yang lewat. Kini hp ku sudah ada di genggaman dan rasanya luar biasa akhirnya perjuanganku pun berhasil, dengan segera aku pencet tombolnya dan ternyata baterainya sudah habis, aku pun langsung membara, darahku melonjak tinggi kira-kira setinggi monas hehe. Jadi dengan rasa kesal aku pun berusaha memperbaiki gardu itu sendiri, dengan perkakas dan peralatan milik bapakku yang tiba-tiba saja ada di hadapanku aku pun langsung mendobrak jendela,
eh salah maksudnya pintu dan berlari ke gardu tersebut yang memang jaraknya tak jauh, dengan gagah berani dan penuh gaya, aku berlari, kira-kira sudah 20 meter aku berlari aku pun tersadar kalau sekarang mati lampu jadi semuanya gelap dan yang terlihat hanya warna hitam pekat menyelimuti mataku, parahnya lagi aku ini orang yang penakut jadi lengkaplah penderitaanku.

Tak ada seorang pun di sekitarku hanya desiran angin malam dan suara gonggongan anjing yang membuat suasana malam itu kayak di film THE CONJURING. Karena aku ini penakut jadi aku lakukan ritual yang sering aku lakukan ketika takut yaitu membuat hujan kecil-kecilan alias ngompol di celana :D dan bagai tak henti hentinya membuatku takut, kini aku mendengar suara langkah kaki dari kejauhan, tik.. tok.. tik.. tok. Semakin lama suara tersebut semakin lantang terdengar dan semakin jelas aku tak dapat berbuat apa apa hanya bisa memegangi kedua lututku yang rasanyahampir copot, tik… tok.. tik.. tok.. lagi-lagi suara menjengkelkan itu terdengar dan kini sudah sangat dekat, sangat dekat, dekat sekali dan suara itu pun menghilang dan…
~~
~~
Duarrrr aku terkejut bukan main tiba-tiba sesosok kepala botak dengan kumis tebal dan kacamata yang mengkilat nongol di depanku, saat itu pun aku terbangun dengan diiringi tawa teman sekelasku. Dan tentu saja kupingku langsung dijewer oleh guru biologi yang super ganas itu,

dan akhirnya aku berdiri di depan kelas dengan satu kaki diangkat dan kedua tanganku menjewer telinga.

(Cieeee... Yang Ketipu Udah Baca Cerita Ini Sampai Bawah)
Sekedar Info : Cerita Lucu Selanjutnya Akan Berjudul ""Setan Kerasukan Manusia""
Setuju-Kah Kalau Buat Cerita Lagi???